Instalasi dan konfigurasi framework Laravel
Konfigurasi Laravel · Composer · MVC · Routing
Pada praktikum ke-6 ini, kegiatan difokuskan pada pengenalan dan konfigurasi dasar framework Laravel. Laravel digunakan sebagai framework PHP yang membantu proses pembuatan aplikasi web menjadi lebih terstruktur melalui konsep MVC atau Model-View-Controller.
Dalam praktikum ini, mahasiswa melakukan instalasi Laravel, memahami struktur folder project, mengatur routing dasar, membuat tampilan sederhana, serta menjalankan project menggunakan perintah php artisan serve. Hasil dari praktikum ini menjadi dasar untuk memahami pengembangan aplikasi web menggunakan Laravel pada materi berikutnya.
Tujuan dari praktikum ini adalah memahami proses instalasi dan konfigurasi Laravel sebagai framework PHP modern. Mahasiswa diharapkan mampu membuat proyek Laravel baru, memahami struktur direktori, mengenal konsep MVC atau Model-View-Controller, serta menjalankan aplikasi Laravel melalui server lokal.
Pada praktikum ini dilakukan beberapa tahapan utama, mulai dari persiapan tools, pembuatan project Laravel, konfigurasi routing, hingga menampilkan halaman sederhana melalui view.
// Screenshot proses instalasi Laravel
Setelah project Laravel berhasil dibuat, struktur folder Laravel akan terbentuk secara otomatis.
Beberapa folder penting di dalam Laravel adalah app, routes,
resources, public, dan database.
// Struktur direktori project Laravel
Gambar di atas memperlihatkan konfigurasi routing pada file routes/web.php. Routing digunakan untuk menentukan alamat URL yang akan diakses oleh pengguna serta menentukan tampilan atau proses yang akan dijalankan ketika URL tersebut dibuka.
// Konfigurasi routing dasar Laravel
Project Laravel kemudian dijalankan menggunakan perintah php artisan serve.
Setelah server berjalan, halaman dapat diakses melalui browser menggunakan alamat lokal yang muncul pada terminal.
// Hasil running project Laravel
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, Laravel merupakan framework PHP yang membantu proses pengembangan aplikasi web menjadi lebih terstruktur. Dengan adanya Composer, Artisan CLI, sistem routing, Blade View, dan konsep MVC, pengembangan website menjadi lebih mudah, rapi, dan efisien. Praktikum ini menjadi dasar penting untuk memahami pengembangan aplikasi web menggunakan Laravel pada pertemuan berikutnya.
Praktikum ini juga memberikan pemahaman awal mengenai konsep MVC yang digunakan Laravel, sehingga pemisahan antara logika program, tampilan, dan pengaturan alur aplikasi menjadi lebih rapi. Materi ini menjadi fondasi penting untuk praktikum selanjutnya, terutama dalam pengembangan fitur aplikasi web yang lebih kompleks.